Tak terbesit sedikit dalam hati
Semua serasa seperti mimpi
Sampai saat ini merasuk nurani
Ketika terbitnya mentari pagi
Mengantarku sejauh perjalan ini
Hingga akhirnya ku terpaku membisu
Di tengah jalan yangberliku
Kerikil demi kerikil melukai tapakku
Nyaris ku tak tahan seketika ketika itu
Ibunda motivasihidupku
Ayahanda penyemangat juangku
Cintaku yang menjadi malaikat kananku
Sahabat yang selalu ada kala itu
Penghina cambuk baru dalam hatiku
Semua bagai cahaya baru dalam diriku
Membuat bangkit dari ketepurukanku
Dari hancurnya kepingan cita-citaku
Alhamdulillah, puji syukur seruku
Sebuah langkah usai kulalui sejalan waktu
Satu cita telah ku gapai dalam hidupku
Hal yang tak mungkin terfikir dalam khazana itu
Namun…
Itu bukan akhir dari perjalananku
Melainkan awal dari satu osesiku
Ibunda….. ayahanda..
semua ini kuhadiahkan untukkmu
semua atas cinta dan kasih sayangmu
Setiap pengorbanan yang ku dapat darimu
Tak mungkin terbayar selama hidupku
Mungkin ini semua jawaban atas doa
ku letakkan toga di atas panorama
Akankan aku berbeda???
Dengan mereka yang berstatus siswa
Dan tak mengenyam bangku sekolah
Lebih berguna, lebih mulia, atau lebih dewasa
Atau…. Aku justru sama seperti mereka
Atau malah semakin gelap dibawanya
Aku tak ingin seperti toga
yang Sekali dipakai, selamanya pengangguran
Besar harapku, Allah selalu memudahkan setiap langkahku
Memberikan kesuksesan padaku,
Untuk membahagiakan kedua orang Tuaku
Tidak ada komentar:
Posting Komentar