Malam yang semakin menepi
disudut gelap hati ini
melukiskan seribu wajah
takkan terlupakan walau tak ada bayangan
selalu teringat dalam imajinasi penuh rasa
yang biasa tertatap gedung kuning biru dalam keramaian
Gerit daun pintu posko, dan kota tua yang begitu gersang,
pasar 2 dan 4 istana yang tak terlupakan
50 kota kenangan tanpa jajanan
deretan pantai berjuta kenangan
ku gambar sketsa pilu dan rindu berkumpul dalam memoryam
Ingin kubaca gurat-gurat makna pada mata yang senja,
Ini sebuah sketsa yang tak bisa ku hapuskan
membuat sedih tanpa isyarat untuk melupakan
tak mengundang kesedihan melainkan penuh rasa kerinduan
terbayang olehku sketsa kisah yang tak mampu kugambarkan
Keterbatasan perasaan, tersekat dalam kenangan
menunggu bait setiap goresan
ditemani lirik dalam lisan
mentari terlalu lambat kau datang
hanya bintang dan sang rembulan yang mengerti
saat malam jumat gerimis yang selalu datang
bahwa hati telah merindukan waktu yang tak terulang
kini kertas putih bertinta hitam
dalam hati yang diam
menunggu akhir dari sebuah jeritan
disetiap detik ku ingin mengulang
satu cerita hidup yang begitu berkesan
dan tak mungkin lagi akan terulang
sebab ku masih menyimpan rindu yang mendalam
Tidak ada komentar:
Posting Komentar